Strategi Promosi dan Cara Mempromosikan Produk Jualan Online, Lengkap dengan Contoh
Strategi promosi untuk jualan online, dipilah per kanal: marketplace, media sosial, dan WhatsApp. Lengkap dengan contoh kalimat dan kalender promosi mingguan.

Promosi jualan online berakhir di satu momen: calon pembeli memutuskan membayar di layar ponselnya.
Strategi promosi adalah rencana tentang apa yang kamu tawarkan, kepada siapa, lewat kanal mana, dan kapan, supaya calon pembeli tahu, tertarik, lalu membeli produkmu. Untuk jualan online, cara paling praktis adalah memberi tiap kanal satu tugas: media sosial membuat produkmu dikenal, marketplace menutup pembelian, dan WhatsApp mengajak pelanggan lama kembali. Sebelum memasang diskon, hitung dulu sisa untung per produk agar promosi tidak membuatmu rugi.
Daftar isi
Strategi promosi adalah rencana tentang apa yang kamu tawarkan, kepada siapa, lewat kanal mana, dan kapan, supaya calon pembeli tahu produkmu, tertarik, lalu membeli. Bedanya dengan sekadar "rajin posting jualan" ada di kata rencana: setiap promosi punya tujuan, punya batas biaya, dan hasilnya dicatat.
Artikel ini ditulis untuk kamu yang berjualan online, baik di marketplace, media sosial, maupun WhatsApp. Kita mulai dari teori singkatnya, lalu masuk ke cara mempromosikan produk di tiga kanal itu, lengkap dengan contoh kalimat promosi yang bisa kamu ubah dan satu contoh kalender promosi mingguan. Kalau kamu belum punya gambaran besar tentang target dan posisi usahamu, baca dulu cara menyusun strategi pemasaran, karena promosi adalah turunan dari sana.
Semua angka usaha di artikel ini adalah contoh ilustrasi, bukan janji hasil. Promosi yang sama bisa berhasil di satu toko dan biasa saja di toko lain.
Apa itu strategi promosi dan kenapa penjual online butuh rencana
Dalam teori pemasaran, promosi adalah salah satu dari empat unsur bauran pemasaran atau marketing mix, bersama produk, harga, dan tempat. Penjelasan istilahnya ada juga di kamus: promosi. Penjelasan HubSpot tentang marketing mix menyebut promosi sebagai kegiatan yang membuat target pasar tahu dan antusias terhadap produkmu, dan bentuknya tidak hanya iklan berbayar, tetapi juga cara organik seperti rekomendasi dari mulut ke mulut, content marketing, dan hubungan masyarakat. Supaya mudah dipetakan, artikel ini memilah promosi untuk penjual online menjadi lima bentuk berikut:
| Bentuk promosi | Wujudnya di jualan online | Contoh untuk toko kecil |
|---|---|---|
| Iklan | Iklan berbayar di marketplace atau media sosial | Iklan produk terlaris saat ada promo akhir pekan |
| Promosi penjualan | Diskon, voucher, bundling, gratis ongkir | Voucher potongan dengan minimum belanja |
| Penjualan personal | Membalas chat, membantu memilih ukuran atau varian | Rekomendasi ukuran lewat chat sebelum checkout |
| Hubungan masyarakat | Ulasan, cerita usaha, kerja sama dengan komunitas | Membagikan ulasan pembeli asli di media sosial |
| Pemasaran langsung | Pesan ke pelanggan yang sudah pernah membeli | Kabar stok baru lewat WhatsApp |
Kenapa perlu rencana? Karena calon pembeli yang bisa kamu jangkau secara online sangat banyak, begitu juga toko lain yang ikut merebut perhatian mereka. Laporan Digital 2026: Indonesia dari DataReportal mencatat 180 juta identitas pengguna media sosial di Indonesia pada Oktober 2025, setara 62,9 persen populasi. DataReportal sendiri mengingatkan bahwa angka identitas ini belum tentu sama dengan jumlah orang yang berbeda. Dari sisi internet, survei APJII 2026 mencatat 235 juta jiwa pengguna internet di Indonesia. Dua angka ini memakai metode berbeda, jadi jangan dijumlahkan atau dibandingkan langsung. Pesannya sama: calon pembelimu ada di internet, tetapi pesaingmu juga.
Menurut kami, kesalahan paling umum penjual pemula bukan kurang promosi, melainkan promosi tanpa tugas yang jelas. Satu postingan diminta membuat orang kenal, percaya, dan langsung membeli sekaligus. Hasilnya, pesannya jadi panjang dan tidak ada yang benar-benar tersampaikan.
Catatan: strategi promosi tidak sama dengan diskon. Diskon hanya satu dari lima bentuk promosi di tabel tadi. Toko yang hanya mengandalkan diskon bisa terjebak: pembeli datang saat ada potongan, lalu menghilang saat harga kembali normal.
Sebelum promosi: tentukan tujuan, pembeli, dan batas diskon
Sebelum menyusun strategi promosi untuk kanal mana pun, jawab tiga pertanyaan ini dulu. Jawabannya cukup ditulis di satu catatan.
1. Apa tujuan promosi minggu atau bulan ini? Pilih satu saja. Contoh: menghabiskan stok varian lama, mendapatkan pembeli pertama untuk produk baru, atau mengajak pelanggan lama membeli lagi. Tujuan berbeda butuh promosi berbeda. Produk baru butuh dikenal dulu, sedangkan stok lama butuh alasan untuk dibeli sekarang.
2. Siapa pembelinya? Tulis target pasar sespesifik mungkin, misalnya "ibu pekerja yang belanja kebutuhan dapur lewat ponsel saat jam istirahat". Dari sini kamu tahu kanal dan jam yang masuk akal. Lalu tulis satu alasan kenapa mereka sebaiknya memilih produkmu, atau USP (keunggulan unik) produkmu.
3. Berapa batas diskon yang masih untung? Ini bagian yang paling sering dilewati. Hitung sisa untung per produk dulu, baru tentukan besar potongannya.
Contoh ilustrasi: Toko sambal rumahan menjual satu botol seharga Rp40.000. Modal bahan dan botol Rp22.000, lalu anggap potongan platform dan kemasan kirim tetap Rp6.000. Sisa untungnya Rp12.000 per botol. Kalau toko memberi diskon 20 persen (Rp8.000), sisa untung tinggal Rp4.000. Artinya toko harus menjual tiga kali lebih banyak botol hanya untuk mendapat untung yang sama dengan sebelum promo. Potongan platform yang sebenarnya berbeda per marketplace dan per kategori, jadi cek angkanya sendiri di pusat penjual tempatmu berjualan.
Ada satu hal lagi yang jarang dibahas: aturan hukum. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen Pasal 9 melarang pelaku usaha menawarkan, mempromosikan, atau mengiklankan barang secara tidak benar seolah-olah barang itu memiliki potongan harga atau harga khusus. Pasal 10 juga melarang pernyataan yang tidak benar atau menyesatkan tentang tawaran potongan harga atau hadiah, dan Pasal 11 huruf f melarang pelaku usaha menaikkan harga barang sebelum melakukan obral. Jadi, menaikkan harga dulu supaya "harga coret" terlihat besar bukan sekadar tidak etis, tetapi juga berisiko melanggar hukum.
Cara mempromosikan produk di marketplace
Marketplace adalah tempat orang membandingkan lalu membayar. Tugas promosi di sini adalah membuat pembeli yang sudah melihat produkmu punya alasan untuk memilih tokomu sekarang, bukan toko sebelah.
Ambil contoh Shopee. Pusat Edukasi Penjual Shopee menjelaskan tiga alat promosi dasar yang bisa diatur lewat Seller Centre maupun aplikasi Shopee:
- Promo Toko, untuk memberi potongan harga pada produk pilihan. Menurut panduan Tentang Promo Toko, produk yang ikut mendapat tag Promo Toko, periodenya bisa diatur dari minimal 1 jam sampai maksimal 180 hari, dan kamu bisa membatasi stok promosi serta batas pembelian. Di Seller Centre, Promo Toko dibuat dari halaman Diskon di Pusat Promosi.
- Voucher Toko Saya. Menurut panduan Tentang Voucher Toko Saya, Voucher Toko berlaku untuk semua produk di toko, sedangkan Voucher Produk bisa dibatasi ke produk tertentu dan kodenya bisa dibagikan lewat chat ke pembeli pilihan. Kamu bisa mengatur minimum pembelian dan kuota pemakaian, lalu memilih apakah voucher ditampilkan di semua halaman atau tidak ditampilkan sama sekali. Durasi voucher paling lama 3 bulan. Di Seller Centre, voucher dibuat lewat menu Promosi Saya, lalu Voucher Toko Saya.
- Paket Diskon, untuk promo bundling. Menurut panduan Paket Diskon, ada tiga jenis: Persentase Diskon (contohnya pilih 3 produk, diskon 10 persen), Nominal Diskon, dan Harga Paket Diskon. Periodenya maksimal 90 hari, dan total harga paket harus lebih rendah daripada harga produknya bila dijual satuan.
Nama menu di akunmu bisa sedikit berbeda dengan panduan. Panduan Promo Toko menyebut halaman Diskon di Pusat Promosi, sedangkan panduan voucher menyebut menu Promosi Saya. Kalau menunya tidak ketemu, cari nama fiturnya di Pusat Edukasi Penjual.
Lalu, dalam strategi promosi di marketplace, alat mana dipakai untuk tujuan apa? Ini pemetaan sederhana yang bisa kamu pakai sebagai titik awal:
| Tujuan | Alat yang cocok | Alasan |
|---|---|---|
| Menaikkan nilai belanja per pesanan | Voucher dengan minimum pembelian, Paket Diskon | Pembeli terdorong menambah barang agar syaratnya terpenuhi |
| Menghabiskan stok varian tertentu | Promo Toko dengan stok promosi dan batas pembelian | Potongan hanya untuk produk itu, jumlah yang dijual murah terkendali |
| Mengajak pembeli lama kembali | Voucher yang diatur tidak ditampilkan, lalu kodenya dibagikan lewat chat | Hanya pembeli yang kamu kirimi yang tahu kodenya, jadi terasa khusus |
| Memperkenalkan produk baru | Bundling dengan produk terlaris | Pembeli yang sudah percaya produk lama ikut mencoba yang baru |
Contoh kalimat promosi di deskripsi atau chat (siap ubah):
- "Sambal bawang dan sambal cumi bisa diambil sepaket. Ambil keduanya, potongannya langsung terpasang saat checkout. Berlaku sampai Minggu."
- "Kak, ini kode voucher khusus pembeli lama, kami kirim lewat chat saja. Masukkan kodenya saat checkout, berlaku untuk varian apa pun sampai akhir bulan."
Perhatikan polanya: apa yang didapat, cara mendapatkannya, dan batas waktunya. Tiga unsur itu membuat promosi jelas tanpa harus berteriak. Kalau kamu ingin melatih cara menulis kalimat seperti ini, pelajari dasar copywriting untuk jualan dan cara menulis ajakan bertindak (call to action).
Satu opini yang mungkin berbeda dari kebanyakan kiat: jangan memasang semua alat promosi sekaligus. Sistem Shopee sendiri membolehkan Promo Toko dan Paket Diskon berjalan bersamaan, menurut panduan Paket Diskon tadi. Masalahnya ada di pencatatan: kalau Promo Toko, voucher, dan Paket Diskon menyala bersamaan, kamu tidak akan tahu mana yang benar-benar menggerakkan pesanan. Pasang satu, catat hasilnya, baru tambah yang lain.
Cara promosi produk lewat media sosial
Di media sosial, orang yang melihat postinganmu belum tentu sedang berniat belanja. Karena itu tugas strategi promosi di media sosial adalah membuat produkmu dikenal dan dipercaya, bukan langsung menutup penjualan.

Untuk penjual online, empat jenis konten berikut biasanya paling mudah dibuat dari ponsel dan paling jelas tugasnya:
- Video cara pakai. Tunjukkan produk dipakai sungguhan: sambal dituang ke nasi hangat, kaus dicuci lalu dicek warnanya. Konten ini menjawab keraguan pembeli sebelum mereka bertanya.
- Ulasan pembeli asli. Tangkapan layar ulasan atau foto kiriman pembeli (dengan izin) masuk kategori UGC atau konten buatan pengguna. Ulasan dari sesama pembeli memberi bukti yang tidak bisa diberikan oleh klaim penjual sendiri.
- Balik layar. Proses memasak, mengemas, atau memilih bahan. Konten ini membangun kepercayaan tanpa harus menyebut harga.
- Pengumuman promo. Baru di tahap ini kamu menyebut voucher atau bundling, lengkap dengan batas waktunya dan arah ke toko.
Butuh ide judul dan format? Coba generator ide konten di Belajar Marketing, atau baca 40 ide posting untuk UMKM dari Kelola Konten untuk daftar yang lebih panjang.
Contoh caption promosi (siap ubah):
"Banyak yang tanya, sambal cumi ini pedasnya seberapa? Di video ini kami tuang ke nasi hangat, jadi kamu bisa lihat sendiri teksturnya. Jumat dan Sabtu ada paket sambal bawang plus sambal cumi. Tautannya ada di profil."
Menurut kami, akun yang hampir setiap postingannya menyebut harga cenderung cepat dilewati. Perbandingan yang kami sarankan untuk toko kecil kira-kira tiga konten yang membangun kepercayaan untuk setiap satu konten yang menjual. Ini bukan aturan platform, hanya titik awal yang bisa kamu sesuaikan setelah melihat data akunmu sendiri.
Promosi lewat WhatsApp untuk pelanggan lama
Pelanggan yang sudah pernah membeli sering terlupakan dalam strategi promosi. Padahal mereka sudah mencoba produkmu, jadi kamu tidak perlu memperkenalkan tokomu dari nol.
Di sini WhatsApp Business berguna. Halaman resmi aplikasi WhatsApp Business menyebut aplikasi ini dibuat untuk pemilik bisnis kecil, dengan profil bisnis dan fitur untuk menampilkan produk serta menetapkan harga. Untuk promosi, fitur yang paling relevan adalah siaran bisnis. Menurut halaman siaran bisnis WhatsApp, fitur ini bisa mengirim pesan pribadi ke banyak kontak sekaligus, menambahkan tombol ajakan bertindak, menjadwalkan pengiriman, dan menampilkan insight seperti tingkat pesan dibaca dan dibalas. Halaman yang sama juga meminta kamu memastikan daftar kontak aktual dan relevan dengan pesan yang dikirim.
Ada tiga hal yang perlu kamu tahu sebelum memakainya. Menurut Pusat Bantuan WhatsApp tentang cara mengirim siaran bisnis, siaran bisnis dikenai biaya setelah jatah pesan gratisnya terpakai, isinya harus melewati tinjauan Meta sebelum bisa dikirim, dan fiturnya hanya tersedia di negara tertentu sehingga mungkin belum muncul di akunmu. Halaman yang sama meminta bisnis memperoleh persetujuan pelanggan untuk menerima pesan dan menghormati setiap permintaan berhenti. Jadi, kirim promosi hanya ke pelanggan yang sudah setuju menerima kabar darimu, dan beri cara mudah untuk berhenti menerima pesan.
Contoh pesan siaran untuk pelanggan lama (siap ubah):
"Halo Kak Rina, ini dari Dapur Sambal Wulan. Sambal cumi yang Kakak pesan bulan lalu sudah ready lagi. Khusus pelanggan lama, Jumat dan Sabtu ada potongan untuk pembelian dua botol. Balas 'pesan' kalau mau kami siapkan. Kalau tidak ingin menerima kabar promo lagi, balas 'stop' saja ya."
Nama toko dan pelanggan di atas hanya contoh. Untuk lebih banyak pola pesan, lihat contoh promosi di WhatsApp yang membahas format per situasi, dari pesan stok baru sampai pengingat pembayaran.
Tips: gunakan insight siaran sebagai rem. Kalau jumlah yang membaca dan membalas turun dari minggu ke minggu, itu bisa jadi tanda pesanmu mulai dianggap gangguan. Kurangi frekuensi atau ganti isinya, jangan malah menambah jumlah kiriman.
Contoh kalender promosi mingguan untuk toko kecil
Strategi promosi yang konsisten lebih mudah dijalankan kalau sudah dijadwalkan. Berikut contoh ilustrasi satu minggu untuk toko kecil yang menjalankan satu promo di akhir pekan. Kamu tidak perlu mengisi semua kanal setiap hari.

Logika di balik jadwal ini sederhana. Awal minggu dipakai untuk konten yang membangun kepercayaan. Kamis jadi hari persiapan: voucher dipasang, pengumuman awal dibagikan, dan pelanggan lama diberi kabar lebih dulu. Jumat dan Sabtu promo berjalan. Minggu dipakai untuk mencatat hasil, bukan untuk mengunggah lebih banyak lagi.
| Hari | Kegiatan utama | Kanal |
|---|---|---|
| Senin | Video cara pakai, cek stok dan harga | Media sosial, marketplace |
| Selasa | Bagikan ulasan pembeli, minta ulasan ke pembeli minggu lalu | Media sosial, WhatsApp |
| Rabu | Konten balik layar | Media sosial |
| Kamis | Teaser promo, pasang voucher, siaran ke pelanggan lama | Semua kanal |
| Jumat | Video demo, promo mulai | Media sosial, marketplace |
| Sabtu | Siaran langsung jualan, pengingat promo | Media sosial, WhatsApp |
| Minggu | Catat pesanan dan sisa margin | Marketplace |
Mau menyusun jadwal versimu sendiri? Panduan membuat kalender konten dari Kelola Konten membahas cara mengisinya langkah demi langkah, dan istilahnya bisa kamu baca di kamus: kalender konten.
Cara mengukur hasil promosi dan kesalahan yang sering terjadi
Strategi promosi baru bisa diperbaiki kalau hasilnya dicatat. Untuk toko kecil, cukup catat empat angka setiap selesai satu promo:
- Jumlah pesanan selama promo, dibandingkan dengan minggu biasa.
- Sisa untung total, bukan omzet. Omzet naik tetapi untung turun berarti promosinya terlalu mahal.
- Asal pembeli, misalnya dari tautan di media sosial atau dari siaran WhatsApp. Di marketplace, kamu bisa membuat voucher terpisah untuk tiap kanal; panduan Tentang Voucher Toko Saya menyarankan memberi nama voucher sesuai platform tempat ia dibagikan agar performanya bisa dilacak. Kalau tautannya mengarah ke situsmu sendiri yang memakai alat analitik, parameter UTM membantu membedakan sumber klik.
- Tingkat konversi, yaitu persentase pengunjung yang akhirnya membeli. Penjelasannya ada di kamus: conversion rate.
Kalau kamu memakai iklan berbayar, hitung juga perbandingan pendapatan dengan biaya iklan atau ROAS. Kalkulator iklan dan ROAS bisa membantu menghitungnya tanpa rumus manual. Ingat, ROAS yang terlihat tinggi belum tentu untung kalau margin produkmu tipis.
Kesalahan yang sering terjadi di toko kecil:
- Promo setiap hari. Kalau setiap hari ada diskon, pembeli bisa menganggap harga normal tidak pernah berlaku, lalu menunggu potongan berikutnya.
- Diskon tanpa hitungan margin. Pesanan ramai, tetapi saldo akhir bulan tidak bertambah.
- Semua kanal dipaksa jalan. Lebih baik satu kanal dirawat rutin daripada lima kanal ditinggal setelah dua minggu.
- Tidak ada batas waktu. Promo tanpa tanggal berakhir tidak memberi alasan untuk membeli sekarang.
Ada pandangan kami yang mungkin terdengar kontra: kadang promosi terbaik justru tidak menurunkan harga sama sekali. Bonus kecil yang relevan, pengiriman lebih cepat, atau paket yang memudahkan pembeli memilih sering lebih menjaga margin daripada potongan persen.
Kalau kamu juga ingin menambah penghasilan dari mempromosikan produk orang lain, bukan hanya produkmu sendiri, pelajari cara daftar Shopee Affiliate. Untuk topik jualan online lainnya, jelajahi pilar Marketplace dan Jualan Online.
Intinya, strategi promosi yang baik untuk toko kecil tidak harus rumit. Beri tiap kanal satu tugas, hitung batas diskon sebelum memasang promo, jalankan satu promo per periode, lalu catat hasilnya. Dari catatan itulah cara mempromosikan produk kamu akan makin tajam dari minggu ke minggu.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa beda strategi promosi dan strategi pemasaran?
Strategi pemasaran lebih luas: menentukan target pembeli, posisi produk, harga, tempat jualan, dan cara mengukur hasil. Strategi promosi adalah salah satu bagiannya, yaitu rencana mengomunikasikan dan menawarkan produk lewat kanal tertentu. Kalau strategi pemasarannya belum jelas, promosi biasanya ikut tidak fokus.
Cara mempromosikan produk tanpa modal, apakah bisa?
Bisa, tetapi tetap ada biaya waktu. Promosi organik seperti membuat konten video cara pakai produk, membalas ulasan, dan membalas chat pelanggan satu per satu tidak memerlukan biaya iklan. Satu pengecualian: Pusat Bantuan WhatsApp menyebut siaran bisnis di WhatsApp Business dikenai biaya setelah jatah pesan gratisnya terpakai, jadi kirim pesan massal tidak selalu gratis. Yang perlu kamu siapkan adalah jadwal rutin dan kesabaran.
Berapa besar diskon yang aman untuk promosi?
Tidak ada angka yang berlaku untuk semua toko. Patokannya adalah sisa untung per produk: harga jual dikurangi modal barang, kemasan, dan potongan platform. Diskon yang aman adalah diskon yang masih menyisakan untung, atau yang sengaja kamu anggap sebagai biaya mendapatkan pelanggan baru dengan batas kuota yang jelas.
Lebih baik promosi di marketplace atau media sosial?
Keduanya punya tugas berbeda. Media sosial cocok untuk membuat produk dikenal dan dipercaya lewat konten, sedangkan marketplace adalah tempat orang membandingkan harga lalu membayar. Untuk toko kecil, pilih satu kanal utama dulu, lalu tambahkan kanal kedua setelah rutinitas di kanal pertama berjalan.
Apakah boleh memakai harga coret yang dinaikkan dulu sebelum diskon?
Sebaiknya tidak. Undang-Undang Perlindungan Konsumen melarang pelaku usaha menawarkan atau mempromosikan barang seolah-olah memiliki potongan harga bila itu tidak benar, dan melarang pernyataan yang menyesatkan tentang tawaran potongan harga. Pasal 11 bahkan secara khusus melarang menaikkan harga sebelum melakukan obral. Pakai harga normal yang memang berlaku sebagai harga sebelum diskon.
Seberapa sering sebaiknya mengirim promosi lewat WhatsApp?
Kirim hanya ke pelanggan yang sudah setuju menerima kabar darimu, dan hanya saat ada kabar yang berguna, misalnya stok baru, produk yang biasa mereka beli, atau promo khusus. Menurut kami, satu siaran per minggu cukup sebagai titik awal untuk toko kecil, apalagi siaran bisnis WhatsApp dikenai biaya setelah jatah pesan gratisnya terpakai. Pantau berapa yang membaca dan membalas; bila angka itu turun, kurangi frekuensinya.
Sumber
- Digital 2026: Indonesia DataReportal (Kepios) (datareportal.com), diakses
- Survei Penetrasi Internet dan Perilaku Penggunaan Internet 2026 Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) (survei.apjii.or.id), diakses
- How to Develop a Successful Marketing Mix Strategy HubSpot (blog.hubspot.com), diakses
- Tentang Promo Toko Pusat Edukasi Penjual Shopee (seller.shopee.co.id), diakses
- Tentang Voucher Toko Saya Pusat Edukasi Penjual Shopee (seller.shopee.co.id), diakses
- Paket Diskon Pusat Edukasi Penjual Shopee (seller.shopee.co.id), diakses
- Ubah kontak menjadi percakapan dengan siaran bisnis WhatsApp Business (Meta) (whatsappbusiness.com), diakses
- Aplikasi WhatsApp Business WhatsApp Business (Meta) (whatsappbusiness.com), diakses
- Cara Membuat dan Mengirim Siaran Bisnis Pusat Bantuan WhatsApp (faq.whatsapp.com), diakses
- Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen JDIH BPK RI (peraturan.bpk.go.id), diakses



