Bahasa situs: IndonesiaBuletin
Mulai belajar
Email & WhatsAppContohDasar

Contoh Promosi di WhatsApp untuk Jualan: Pesan, Status, dan Katalog

Contoh promosi di WhatsApp yang siap kamu ubah: pesan untuk pelanggan lama, teks status, deskripsi katalog, dan balasan saat pembeli bertanya harga.

Ahmad Thariq SyauqiDiperbarui Baca 14 menit
Tangan seseorang berkemeja biru memegang ponsel di atas meja kayu gelap, dengan latar belakang kabur
Foto: Adrianna Calvo / StockSnap.io, CC0 1.0

Promosi lewat WhatsApp terjadi di ruang yang sangat pribadi, yaitu layar ponsel pelangganmu. Karena itu cara menyapanya menentukan hasil.

Jawaban singkat

Contoh promosi di WhatsApp yang baik punya enam bagian: sapaan bernama, alasan menghubungi, satu penawaran, batas waktu yang jujur, satu ajakan, dan cara berhenti menerima pesan. Pakai pesan pribadi atau siaran untuk pelanggan lama, status untuk cerita produk harian, dan katalog untuk tempat pembeli memilih barang. Kirim promosi hanya ke orang yang sudah memberikan nomornya dan setuju menerima kabar darimu, karena itu syarat dalam Kebijakan Bisnis WhatsApp.

Daftar isi

Kalau kamu mencari contoh promosi di WhatsApp yang bisa langsung dipakai untuk jualan, artikel ini memberimu tiga jenis: pesan untuk pelanggan lama, teks untuk status, dan deskripsi untuk katalog. Ditambah satu bagian yang sering dilupakan, yaitu cara membalas saat calon pembeli hanya mengetik "harganya berapa, Kak?".

Kita mulai dari teorinya dulu, karena WhatsApp berbeda dari media sosial. Pesanmu masuk ke ruang obrolan yang sama dengan keluarga dan teman pelanggan. Satu promosi yang salah sasaran tidak sekadar dilewati, tetapi bisa berakhir dengan tombol blokir. Setelah itu, baru kita masuk ke contoh siap ubah per situasi.

Ruang obrolan itu juga hampir pasti ada di ponsel calon pembelimu. Laporan Digital 2026: Indonesia dari DataReportal (slide 86, data survei GWI kuartal II 2025) mencatat 90,8% pengguna internet Indonesia berusia 16 tahun ke atas mengaku memakai WhatsApp setidaknya sekali dalam sebulan terakhir, tertinggi di antara platform yang tercantum di slide itu.

Semua nama toko, nama pelanggan, harga, dan jumlah stok di artikel ini adalah contoh ilustrasi. Ganti dengan data usahamu sendiri sebelum dikirim.

Sebelum menyalin contoh: aturan izin dan fitur yang kamu pakai

Promosi di WhatsApp punya aturan main tertulis. Kebijakan Bisnis WhatsApp menyebut bisnis hanya boleh menghubungi orang yang sudah memberikan nomor ponsel atau nama penggunanya kepadamu, dan yang sudah memberi izin (opt-in, persetujuan untuk ikut menerima) bahwa ia mau menerima pesan berikutnya darimu. Kebijakan yang sama mewajibkan kamu menghormati setiap permintaan untuk berhenti, termasuk menghapus orang itu dari daftar kontakmu.

Ada konsekuensinya juga. Kebijakan itu menulis bahwa pengguna bisa memblokir atau melaporkan bisnis, dan sistem WhatsApp bisa membatasi jumlah pesan yang boleh dikirim bisnis berdasarkan masukan tersebut. Artinya, promosi yang dianggap gangguan bukan hanya merusak citra toko, tetapi juga bisa memperkecil jangkauan pesanmu berikutnya.

Lalu fitur apa yang dipakai untuk promosi? Halaman fitur aplikasi WhatsApp Business mencantumkan profil bisnis, salam otomatis, siaran, katalog, balasan cepat, dan label. Untuk memilih yang tepat, perhatikan perbedaan berikut:

FiturSiapa yang menerimaCocok untuk
Chat pribadiSatu orang yang sedang mengobrol denganmuMenjawab pertanyaan, menindaklanjuti minat
Daftar siaranKontak yang sudah menyimpan nomormu di ponselnyaKabar stok dan promo untuk pelanggan lama
Siaran bisnis (pesan marketing)Pelanggan yang kamu pilih, meski belum menyimpan nomormuPromo berjadwal dengan tombol dan laporan dibaca
StatusKontakmu, sesuai pengaturan privasi statusCerita produk harian
KatalogSiapa pun yang membuka profil atau tautan katalogmuEtalase untuk memilih barang

Siaran bisnis perlu catatan tambahan. Pusat Bantuan WhatsApp menjelaskan bahwa pesan marketing dibayar per pesan yang tersampaikan dalam lima hari setelah dikirim, dan fiturnya baru tersedia di negara tertentu. Drafnya juga ditinjau Meta sebelum dikirim. Jadi, cek dulu apakah fitur ini muncul di aplikasimu dan berapa biayanya sebelum memasukkannya ke rencana promosi.

Catatan: "meski belum menyimpan nomormu" tidak sama dengan "boleh mengirim ke siapa saja". Syarat izin di Kebijakan Bisnis WhatsApp tetap berlaku untuk semua fitur, termasuk siaran bisnis.

Kalau kamu baru mulai memakai aplikasinya, baca dulu penjelasan singkat WhatsApp Business di kamus. Untuk gambaran pilar lengkapnya, ada di pilar Email & WhatsApp Marketing.

Rumus pesan promosi WhatsApp yang tidak terasa spam

Semua contoh promosi di WhatsApp dalam artikel ini memakai pola yang sama. Menurut kami, pembeda pesan yang dibalas dari pesan yang diabaikan jarang terletak pada kalimat yang lebih heboh, tetapi pada struktur. Kami memecahnya menjadi enam bagian.

Contoh pesan promosi WhatsApp dari toko hijab yang dipecah menjadi enam bagian bernomor: sapaan, alasan menghubungi, penawaran, batas waktu, ajakan, dan cara berhenti
Contoh ilustrasi pesan kabar stok. Nama toko dan pelanggan karangan, yang penting urutan enam bagiannya.

  1. Sapaan dan nama toko. Sebut nama pelanggan dan nama tokomu di kalimat pertama. Pesan tanpa identitas mudah dikira penipuan.
  2. Alasan menghubungi. Jelaskan kenapa pesan ini untuk dia: pernah membeli, pernah bertanya, atau pernah minta dikabari.
  3. Satu penawaran. Pilih satu produk atau satu promo. Daftar sepuluh produk dalam satu pesan membuat pembaca bingung harus memulai dari mana.
  4. Batas waktu yang jujur. Tulis batas yang memang berlaku, misalnya stok terbatas atau promo sampai Sabtu. Jangan mengarang kelangkaan.
  5. Satu ajakan. Minta satu langkah yang mudah, misalnya "balas 'lihat'". Prinsip ini sama dengan call to action di iklan dan halaman web.
  6. Cara berhenti. Beri jalan keluar, misalnya "balas 'stop'". Ini menjalankan kewajiban menghormati permintaan berhenti di Kebijakan Bisnis WhatsApp.

Bagian keenam paling sering dihapus penjual karena dianggap "mengundang orang pergi". Menurut kami justru sebaliknya. Orang yang tidak tertarik akan tetap pergi, pertanyaannya hanya lewat jalur mana: membalas "stop" dengan tenang, atau menekan tombol blokir dan laporkan. Jalur kedua yang merugikanmu.

Kalau kamu ingin melatih cara menyusun kalimat penawaran dan ajakan, pelajari dasar copywriting untuk konten jualan. Rumus seperti AIDA tetap berlaku, hanya versinya lebih pendek karena layar ponsel sempit.

Tips: baca ulang pesanmu dengan membayangkan kamu penerimanya, sedang membuka WhatsApp untuk membalas grup keluarga. Kalau pesannya terasa seperti brosur, potong separuhnya.

Contoh promosi di WhatsApp untuk pelanggan lama

Pelanggan lama adalah penerima yang paling wajar untuk promosi WhatsApp, karena mereka sudah pernah bertransaksi denganmu. Meski begitu, pernah membeli belum tentu berarti setuju menerima promo. Cara paling sederhana untuk memenuhi syarat izin adalah bertanya di akhir transaksi, misalnya "Boleh kami kabari kalau ada stok atau promo baru?", lalu kirim contoh 1 sampai 3 di bawah hanya ke yang menjawab boleh. Mengajak mereka membeli lagi juga bagian dari customer retention, atau mempertahankan pelanggan. Berikut lima contoh siap ubah. Semua nama dan angka adalah contoh ilustrasi.

1. Kabar stok kembali (untuk yang pernah bertanya dan minta dikabari)

"Halo Kak Dina, ini Rani dari Toko Hijab Arsy. Bulan lalu Kakak sempat tanya pashmina warna sage. Warna itu sudah ready lagi, sekarang ada tiga pilihan motif. Kalau mau, satu kami simpankan untuk Kakak sampai Sabtu. Balas 'lihat' ya, nanti kami kirim fotonya. Tidak mau dapat kabar stok lagi? Balas 'stop', kami hapus dari daftar."

Contoh ini sama persis dengan diagram enam bagian di atas, jadi kamu bisa mencocokkan tiap kalimat dengan fungsinya.

2. Pengingat isi ulang (untuk produk habis pakai)

"Halo Kak Budi, dari Kopi Lereng di sini. Biasanya kopi bubuk 250 gram yang Kakak pesan habis sekitar tiga minggu, dan pesanan terakhir Kakak tanggal 20 bulan lalu. Mau kami siapkan lagi dengan gilingan yang sama? Cukup balas 'ya', ongkirnya kami cek dulu sebelum Kakak bayar."

3. Promo khusus pelanggan lama

"Halo Kak Sari, ini Dapur Bu Wulan. Terima kasih sudah dua kali pesan nastar di sini. Khusus pelanggan lama, Jumat dan Sabtu ini ada potongan Rp10.000 untuk pembelian dua toples. Balas 'pesan' kalau mau kami catat. Kalau tidak ingin menerima info promo, balas 'stop' ya."

4. Pengingat pembayaran (untuk pesanan yang sudah disepakati)

"Halo Kak Rina, pesanan kaus ukuran L warna hitam sudah kami siapkan. Totalnya Rp135.000 termasuk ongkir, sesuai yang kita sepakati kemarin. Kalau sudah transfer, kirim buktinya di sini ya, pesanan langsung kami kemas hari ini."

5. Minta ulasan setelah barang sampai

"Halo Kak Dimas, paketnya sudah sampai, ya? Kalau ada yang kurang pas, kabari kami dulu, biar kami bantu. Kalau Kakak puas, boleh minta ulasan singkat di toko kami? Ulasan Kakak sangat membantu pembeli lain memilih."

Perhatikan bahwa contoh nomor 4 dan 5 tidak menawarkan apa pun. Menurut kami keduanya tetap bagian dari promosi: pesan yang membantu membuat nomormu dikenal sebagai toko yang berguna, bukan pengirim promo semata.

Untuk mengirim pesan seperti contoh 1 dan 3 ke banyak orang, daftar siaran adalah pilihan bawaan. Ingat batasannya: pesan hanya diterima kontak yang menyimpan nomormu. Balasan mereka masuk sebagai chat pribadi, jadi tiap orang merasa diajak bicara satu per satu.

Kalau kamu memakai siaran bisnis, halaman siaran bisnis WhatsApp menyebut kamu bisa menambahkan tombol ajakan seperti reservasi, pesan, atau telepon, menjadwalkan pengiriman, dan melihat tingkat pesan dibaca serta dibalas. Halaman yang sama juga mengingatkan agar daftar kontak sudah aktual dan relevan dengan pesan yang dikirim.

Contoh kata-kata promosi WhatsApp singkat per jenis usaha

Kalau yang kamu cari adalah kata-kata promosi pendek untuk pembuka pesan, status, atau balasan, berikut contoh ilustrasi per jenis usaha. Setiap baris sudah memuat satu penawaran dan satu ajakan. Saat dikirim lewat siaran ke banyak orang, tambahkan sapaan bernama di depan dan cara berhenti di belakang, sesuai rumus enam bagian di atas.

Jenis usahaContoh kata-kata promosi
Makanan rumahan"Rendang untuk Jumat tinggal 8 porsi. Mau kami catat satu? Balas 'pesan' ya."
Kue dan camilan"Pre-order kue kering dibuka sampai tanggal 20. Daftar rasa dan harganya ada di katalog kami."
Pakaian"Gamis katun model baru sudah masuk dalam empat warna. Ketik 'lihat' untuk foto detail bahannya."
Kosmetik"Serum yang Kakak tanyakan minggu lalu sudah ready lagi. Mau kami kirim foto label komposisinya?"
Jasa servis"Jadwal servis AC minggu depan masih ada tiga slot. Balas dengan hari yang Kakak mau, kami cek jamnya."
Kursus dan les"Kelas percobaan Sabtu ini masih ada lima kursi. Balas 'daftar' beserta nama dan usia anak."
Laundry"Minggu ini antar-jemput cucian gratis untuk alamat dalam radius 3 km. Balas 'jemput' beserta alamat Kakak."
Toko bangunan"Harga semen hari ini sudah kami perbarui di katalog. Kirim daftar kebutuhan Kakak, kami hitungkan totalnya."

Angka di tabel (porsi, slot, kursi, jarak) hanya contoh ilustrasi. Batas yang kamu tulis harus benar-benar berlaku, karena prinsip batas waktu yang jujur juga berlaku untuk jumlah stok dan kuota.

Cara promosi di WA Story: contoh teks status

Status adalah etalase yang paling sering dilihat sekilas. Pusat Bantuan WhatsApp menjelaskan bahwa status bisa berisi teks, foto, video, dan GIF yang menghilang setelah 24 jam, dengan durasi maksimum status 90 detik. Secara bawaan, status dibagikan ke semua kontakmu, dan kamu bisa membatasinya lewat Privasi status.

Karena status hilang dalam sehari, cara promosi di WA Story yang masuk akal adalah rutin, bukan sekali besar. Kesalahan yang mudah terjadi justru kebalikannya: sepuluh foto produk dengan harga diunggah sekaligus, lalu sepi selama seminggu. Menurut kami, deretan seperti itu lebih mudah dilewati daripada satu status yang bercerita.

Berikut contoh ilustrasi pola satu minggu untuk toko pakaian. Ini sekaligus jawaban untuk yang mencari cara promosi baju di WA:

HariIsi statusContoh teks
SeninFoto produk dipakai sungguhan"Kemeja linen ini kami pakai seharian di Jogja. Masih adem sampai sore."
SelasaVideo pendek detail bahan"Coba lihat jahitannya dari dekat. Ini yang bikin harganya beda."
RabuStiker pertanyaan"Kalian lebih suka warna sage atau krem untuk kemeja kerja?"
KamisUlasan pembeli (dengan izin)"Kiriman dari Kak Tia di Semarang. Terima kasih sudah percaya!"
JumatPenawaran"Jumat sampai Minggu: kemeja linen gratis ongkir. Ketik 'mau' di chat."
SabtuBalik layar"Lagi packing pesanan minggu ini. Yang pesan kemarin, siap meluncur."
MingguTautan katalog"Semua warna yang ready ada di katalog. Tinggal pilih, lalu masukkan keranjang."

Stiker pertanyaan di hari Rabu bukan sekadar hiburan. Menurut Pusat Bantuan WhatsApp, stiker ini mengumpulkan respons audiens, dan jawaban yang kamu balas masuk ke obrolan bersama orang itu. Artinya, satu pertanyaan ringan bisa membuka percakapan jualan yang wajar.

Catatan: minta izin dulu sebelum mengunggah tangkapan layar chat atau foto kiriman pembeli. Tutup nomor telepon dan nama lengkap bila pembeli tidak ingin namanya tampil.

Butuh lebih banyak ide isi status? Coba generator ide konten, lalu sesuaikan hasilnya dengan produkmu. Prinsip membagi tugas konten juga dibahas di strategi promosi untuk jualan online.

Contoh promosi lewat katalog WhatsApp Business

Katalog adalah tempat calon pembeli memilih tanpa harus bertanya satu per satu. Pusat Bantuan WhatsApp menyebut setiap item katalog wajib punya judul yang unik, minimal satu gambar, dan negara asal. Harga, deskripsi, tautan situs web, dan kode produk bersifat opsional. Catatannya, kemampuan menambahkan harga hanya tersedia di negara tertentu.

Ada dua aturan teknis lagi dari panduan membuat katalog. Pertama, satu item bisa memuat sampai 10 gambar atau video, dengan batas ukuran video 50 MB. Kedua, item baru terlihat oleh pelanggan setelah disetujui WhatsApp. Jadi, unggah katalog sebelum hari promo, jangan pada hari yang sama.

Diagram empat tempat promosi di WhatsApp: status untuk dilihat, katalog untuk dipilih, chat untuk dibeli, dan pelanggan lama untuk dibeli lagi
Pembagian tugas empat tempat promosi di WhatsApp. Panah putus-putus menunjukkan pelanggan yang puas kembali melihat status dan katalogmu.

Deskripsi katalog yang baik menjawab pertanyaan yang paling sering masuk lewat chat. Bandingkan dua versi berikut untuk produk yang sama:

Versi lemah: "Kemeja linen premium. Bahan adem. Ready semua warna."

Versi kuat (contoh ilustrasi): "Kemeja linen lengan panjang, potongan longgar. Ukuran M (lingkar dada 104 cm) sampai XL (116 cm). Warna: sage, krem, putih tulang. Bahan linen campuran, tidak menerawang. Cuci dengan tangan atau mesin mode lembut. Tanya ukuran? Kirim tinggi dan berat badanmu, kami bantu pilihkan."

Versi kedua lebih panjang, tetapi setiap kalimat mengurangi satu pertanyaan di chat. Untuk toko yang dijalankan sendiri, itu berarti waktu yang lebih banyak untuk mengemas pesanan.

Setelah katalog siap, sebarkan ke tempat yang lain. Panduan membagikan produk menjelaskan bahwa tautan katalog atau tautan satu item bisa dikirim ke chat, dibagikan ke status, atau disalin ke aplikasi lain. Pembeli juga bisa memasukkan beberapa item ke keranjang lalu mengirimnya sebagai satu pesan. Kamu jadi tidak perlu menyalin pesanan dari banyak chat terpisah.

Untuk mengajak orang dari luar WhatsApp, misalnya dari bio media sosial atau stiker di kemasan, pakai tautan pendek yang dibuat otomatis saat akun WhatsApp Business dibuat. Kamu bisa memasang pesan default, misalnya "Halo, saya mau lihat katalog", supaya calon pembeli tidak bingung harus mengetik apa. Karena orang itu yang memulai chat, kamu juga punya alasan yang wajar untuk membalas dengan penawaran.

Contoh pesan pendek saat membagikan satu item: "Kak, ini kemeja yang kemarin Kakak tanya. Detail ukuran dan bahannya ada di tautan ini. Kalau cocok, bisa langsung masukkan ke keranjang ya."

Contoh balasan saat calon pembeli bertanya harga

Pesan "harganya berapa, Kak?" adalah momen paling menentukan dalam promosi jualan di WA. Kalau balasannya hanya angka, percakapan mudah berhenti di situ, karena calon pembeli tidak diberi alasan untuk membalas lagi.

Menurut kami, kesalahannya bukan menyebut harga. Harga tetap harus disebut dengan jelas dan cepat, karena menyembunyikan harga justru terasa tidak jujur. Yang kurang adalah kalimat setelahnya. Berikut contoh balasan yang menjaga percakapan tetap berjalan:

Untuk satu produk yang jelas: "Halo Kak, kemeja linen ini Rp189.000 per potong. Kakak biasanya pakai ukuran apa? Biar kami cek dulu stoknya untuk Kakak."

Untuk produk dengan banyak varian: "Harganya mulai Rp45.000 untuk ukuran 250 gram sampai Rp160.000 untuk 1 kilogram. Kakak cari untuk diminum sendiri atau untuk usaha? Nanti kami sarankan ukuran yang paling hemat."

Untuk yang menawar: "Harganya sudah harga terbaik, Kak. Tapi kalau ambil dua, ongkirnya kami tanggung. Mau sekalian dua?"

Untuk pesan di luar jam kerja: "Terima kasih sudah menghubungi Kopi Lereng. Kami membalas pukul 08.00 sampai 20.00. Sambil menunggu, daftar produk dan harga bisa Kakak lihat di katalog kami."

Balasan terakhir cocok dipasang sebagai pesan tidak di tempat, yang bisa dijadwalkan khusus di luar jam kerja. Opsi "Di luar jam kerja" baru muncul setelah kamu mengisi jam kerja di profil bisnis. Untuk penanya pertama kali, ada salam otomatis yang terkirim saat pelanggan pertama kali mengirim pesan, atau setelah tidak aktif di chat denganmu selama 14 hari.

Tiga balasan lainnya bisa disimpan sebagai balasan cepat, yaitu pintasan untuk pesan yang sering dikirim. Pusat Bantuan WhatsApp mencatat jumlah maksimum balasan cepat yang bisa disimpan adalah 50. Sisanya, tandai tiap percakapan dengan label seperti "tanya harga", "sudah bayar", atau "pelanggan lama". Panduan yang sama menyebut kamu bisa membuat hingga 20 label, dan label kini sedang beralih menjadi fitur daftar secara bertahap.

Label "tanya harga" punya manfaat kedua. Orang di label itu sudah menunjukkan minat, jadi mereka termasuk leads. Bertanya harga belum sama dengan setuju menerima promo, jadi tutup percakapannya dengan tawaran, misalnya "Mau kami kabari kalau ada promo kemeja ini?". Yang menjawab ya boleh kamu hubungi lagi saat ada promo, selama mereka tidak meminta berhenti.

Cara mengukur hasil dan kesalahan yang sering terjadi

Promosi jualan di WA baru bisa diperbaiki kalau hasilnya dicatat. Kamu tidak perlu sistem rumit. Cukup catat empat hal setiap selesai satu promo:

  1. Berapa yang membaca dan membalas. Siaran bisnis menampilkan tingkat pesan dibaca dan dibalas. Pusat Bantuan WhatsApp mencatat angka ini tidak memuat penerima yang mematikan laporan dibaca, jadi anggap sebagai angka minimum. Untuk daftar siaran biasa, hitung manual dari chat yang masuk.
  2. Berapa yang minta berhenti atau tidak membalas lagi. Angka ini rem yang paling jujur.
  3. Berapa chat yang jadi pesanan. Label "sudah bayar" memudahkan hitungannya.
  4. Dari mana pembeli datang. Dari status, katalog, atau pesan langsung.

Kalau catatan pelangganmu mulai banyak, kamu mungkin butuh CRM, sistem untuk mengelola data pelanggan. Untuk toko kecil, tabel sederhana berisi nama, produk terakhir, tanggal beli, dan izin menerima promo sudah cukup sebagai awal.

Kesalahan yang sering terjadi:

  • Membeli database nomor. Ini langsung bertentangan dengan syarat izin di Kebijakan Bisnis WhatsApp. Kebijakan itu juga menyebut WhatsApp berhak membatasi atau menghapus akses bisnis yang mengirim pesan kepada banyak orang dengan cara yang tidak sah.
  • Satu pesan untuk semua orang. Pembeli kopi dan pembeli alat seduh menerima promo yang sama. Pisahkan dengan label, lalu kirim pesan yang berbeda.
  • Status hanya berisi daftar harga. Tidak ada cerita, tidak ada alasan berhenti menggulir.
  • Tidak ada cara berhenti. Penerima yang terganggu memilih tombol blokir.
  • Promo tanpa tanggal. Pesan tanpa batas waktu tidak memberi alasan untuk membalas sekarang.

Satu pandangan yang mungkin terdengar kontra: daftar penerima yang lebih kecil sering lebih berguna daripada daftar besar. Menurut kami, lima puluh pelanggan yang memang ingin dikabari lebih berharga daripada lima ratus nomor yang tidak ingat siapa kamu. Daftar kecil itu juga tidak memancing laporan yang bisa membatasi akunmu.

Supaya promosi tidak dikerjakan dadakan, susun jadwalnya mingguan bersama kanal lain. Kamus kalender konten menjelaskan dasarnya. Kalau kamu ingin membandingkan cara menulis iklan di kanal lain, lihat juga contoh iklan baris untuk usaha lokal. Pembahasan strategi WhatsApp yang lebih luas, termasuk kapan perlu otomatisasi, ada di panduan WhatsApp marketing strategy di mcsyauqi.com.

Intinya, contoh promosi di WhatsApp yang efektif bukan yang paling ramai emoji. Yang efektif adalah pesan yang dikirim ke orang yang tepat, dengan alasan yang jelas, satu ajakan, dan jalan keluar yang sopan. Mulai dari satu pesan untuk pelanggan lama minggu ini, catat hasilnya, lalu perbaiki dari sana.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa contoh kalimat promosi di WhatsApp yang singkat?

Contoh singkat yang tetap lengkap: "Halo Kak Dina, ini Rani dari Toko Hijab Arsy. Pashmina sage yang Kakak tanyakan sudah ready, satu kami simpankan sampai Sabtu. Balas 'lihat' ya. Kalau tidak mau dapat kabar stok, balas 'stop', kami hapus dari daftar." Di dalamnya sudah ada sapaan, alasan, penawaran, batas waktu, ajakan, dan cara berhenti.

Bolehkah mengirim promosi ke nomor yang belum pernah menghubungi kita?

Sebaiknya tidak. Kebijakan Bisnis WhatsApp menyebut bisnis hanya boleh menghubungi orang yang sudah memberikan nomornya dan sudah memberi izin untuk menerima pesan berikutnya. Membeli daftar nomor lalu mengirim promosi massal melanggar dua syarat itu sekaligus, dan akunmu bisa dibatasi bila banyak penerima memblokir atau melaporkan.

Kenapa pesan siaran saya tidak sampai ke sebagian pelanggan?

Pusat Bantuan WhatsApp menjelaskan bahwa pesan daftar siaran hanya diterima kontak yang sudah menyimpan nomormu di buku alamat ponsel mereka. Minta pelanggan menyimpan nomor tokomu saat transaksi pertama, misalnya dengan kalimat ajakan di nota atau pesan terima kasih. Halaman yang sama menyarankan mengubah daftar siaran menjadi pesan marketing bila ingin menjangkau pelanggan yang belum menyimpan nomormu, tetapi fitur itu berbayar dan baru tersedia di negara tertentu.

Bagaimana cara promosi di WA Story agar tidak terkesan jualan terus?

Isi status dengan cerita produk, bukan hanya daftar harga. Campur foto proses, video cara pakai, ulasan pembeli yang sudah memberi izin, dan pertanyaan lewat stiker pertanyaan. Sisipkan penawaran sesekali, misalnya satu hari dalam seminggu, lalu arahkan ke katalog atau chat.

Berapa kali sebaiknya mengirim promosi ke pelanggan lama?

Tidak ada angka resmi yang berlaku untuk semua toko. Patokan yang aman adalah mengirim hanya saat ada kabar yang berguna bagi penerima, misalnya stok produk yang pernah ia beli. Pantau jumlah yang membaca dan membalas, lalu kurangi frekuensi bila angkanya turun atau ada yang minta berhenti.

Apakah fitur katalog WhatsApp Business gratis?

Halaman Pertanyaan Umum WhatsApp for Business menyebut aplikasi WhatsApp Business diunduh dan dapat digunakan secara gratis, dan katalog adalah fitur bawaan aplikasi itu (dibuat dari tab Fitur). Yang berbayar adalah pesan marketing atau siaran bisnis, yang ditagih per pesan yang tersampaikan dalam lima hari setelah dikirim.

Sumber

  1. Kebijakan Bisnis WhatsApp WhatsApp for Business (Meta) (whatsappbusiness.com), diakses
  2. Pertanyaan Umum WhatsApp for Business WhatsApp for Business (Meta) (whatsappbusiness.com), diakses
  3. Fitur Aplikasi WhatsApp Business WhatsApp for Business (Meta) (whatsappbusiness.com), diakses
  4. Ubah kontak menjadi percakapan dengan siaran bisnis WhatsApp for Business (Meta) (whatsappbusiness.com), diakses
  5. Cara Menggunakan Daftar Siaran di Aplikasi WhatsApp Business Pusat Bantuan WhatsApp (faq.whatsapp.com), diakses
  6. Pesan Marketing Pusat Bantuan WhatsApp (faq.whatsapp.com), diakses
  7. Mengapa Meta Meninjau Pesan Marketing Saya? Pusat Bantuan WhatsApp (faq.whatsapp.com), diakses
  8. Info mengenai Status Pusat Bantuan WhatsApp (faq.whatsapp.com), diakses
  9. Cara Mengelola Privasi Status Pusat Bantuan WhatsApp (faq.whatsapp.com), diakses
  10. Cara Menambahkan Stiker Pertanyaan ke Status Anda Pusat Bantuan WhatsApp (faq.whatsapp.com), diakses
  11. Fitur Katalog Pusat Bantuan WhatsApp (faq.whatsapp.com), diakses
  12. Cara Membuat dan Mengelola Katalog Pusat Bantuan WhatsApp (faq.whatsapp.com), diakses
  13. Cara Membagikan Produk atau Layanan kepada Pelanggan Pusat Bantuan WhatsApp (faq.whatsapp.com), diakses
  14. Fitur Keranjang Pusat Bantuan WhatsApp (faq.whatsapp.com), diakses
  15. Cara Menggunakan Balasan Cepat Pusat Bantuan WhatsApp (faq.whatsapp.com), diakses
  16. Cara Menggunakan Label Pusat Bantuan WhatsApp (faq.whatsapp.com), diakses
  17. Cara Menggunakan Salam Pusat Bantuan WhatsApp (faq.whatsapp.com), diakses
  18. Cara Menggunakan Pesan Tidak di Tempat Pusat Bantuan WhatsApp (faq.whatsapp.com), diakses
  19. Cara Membuat Tautan Pendek Pusat Bantuan WhatsApp (faq.whatsapp.com), diakses
  20. Digital 2026: Indonesia (slide 86, Self-Declared Platform Use) DataReportal (We Are Social dan Meltwater) (datareportal.com), diakses

Ditulis dan ditinjau oleh

Ahmad Thariq Syauqi

CEO dan pendiri Creativism

Ahmad Thariq Syauqi adalah CEO dan pendiri Creativism, agensi digital marketing di Sleman, Yogyakarta, yang resmi berbadan hukum sejak 2022. Ia berpengalaman lebih dari 6 tahun menjalankan agensi, dengan fokus pada digital marketing, otomasi bisnis, dan penerapan AI di proses kerja. Di Belajar Marketing, ia bertanggung jawab atas isi redaksi.

Diperbarui .