Bahasa situs: IndonesiaBuletin
Mulai belajar

Marketing Mix (Bauran Pemasaran): Konsep 4P dan 7P beserta Contohnya

Marketing mix atau bauran pemasaran lewat konsep 4P dan 7P, tabel contoh untuk produk fisik dan usaha jasa lokal, serta kapan 4P saja sudah cukup.

Ahmad Thariq SyauqiDiperbarui Baca 9 menit
Lapak sosis kering di pasar beralas kain kotak merah putih, papan kapur kecil bertuliskan rasa seperti Poivre dan Herbes, sebuah tangan mengambil irisan sosis di atas talenan kayu sementara pedagang menyerahkan kantong kertas
Foto: Jakub Kapusnak / rawpixel, CC0 1.0

Satu lapak pasar sudah memperlihatkan beberapa unsur bauran pemasaran sekaligus: barang yang dijual, papan keterangan, tempat berjualan, dan penjual yang melayani.

Jawaban singkat

Marketing mix (bauran pemasaran) adalah kumpulan keputusan yang kamu atur untuk memasarkan produk: versi dasarnya 4P, yaitu produk, harga, tempat, dan promosi. Usaha jasa biasanya memakai 7P, yaitu 4P ditambah orang, proses, dan bukti fisik. Kalau pelangganmu dilayani langsung atau menilai usahamu dari tampilan dan ulasan sebelum membeli, pakai 7P.

Daftar isi

Marketing mix atau bauran pemasaran adalah daftar keputusan yang kamu atur supaya produk sampai ke pembeli yang tepat: apa yang dijual, berapa harganya, di mana dijual, dan bagaimana orang tahu. Empat keputusan itu disebut 4P. Kalau usahamu berupa jasa, misalnya laundry, salon, atau bengkel, biasanya ditambah tiga P lagi menjadi 7P. Di artikel ini kamu akan melihat dua tabel contoh berdampingan, satu untuk produk fisik dan satu untuk jasa lokal, plus cara memutuskan kapan 4P saja sudah cukup.

Kalau kamu baru mulai belajar, ada baiknya membaca dulu pengertian marketing dan konsep intinya. Marketing mix adalah alat kerja yang dipakai setelah kamu paham siapa pembelimu.

Apa itu marketing mix (bauran pemasaran)?

Investopedia mendefinisikan marketing mix sebagai kerangka strategis yang mencakup empat P: product, price, placement, dan promotion. Klasifikasi 4P itu diperkenalkan profesor pemasaran E. Jerome McCarthy pada 1960 lewat buku Basic Marketing: A Managerial Approach.

4P bukan satu-satunya versi. N. H. Borden (1965) menyusun 12 unsur program pemasaran, mulai dari perencanaan produk, harga, merek, saluran distribusi, sampai kemasan dan pajangan, seperti dirangkum Gradinaru, Toma, dan Marinescu (2016). Untuk usaha jasa, pendekatan modern bauran pemasaran berasal dari Booms dan Bitner pada 1981, yang menambahkan unsur orang, proses, dan bukti fisik (Melnic, 2017). Dari situlah muncul istilah 7P.

Diagram marketing mix: empat kotak 4P (Produk, Harga, Tempat, Promosi) di baris atas dan tiga kotak tambahan bersorot kuning (Orang, Proses, Bukti fisik) di baris bawah yang membentuk 7P
4P berlaku untuk barang maupun jasa; tiga P tambahan dipakai terutama oleh usaha jasa.

Jadi, apa gunanya untuk pemilik usaha kecil? Menurut kami, nilai terbesarnya bukan pada hafalan nama-nama P, tetapi pada cek konsistensi. Semua keputusan pemasaran harus saling mendukung. Keripik premium dengan kemasan bagus tidak cocok dijual dengan harga paling murah di pasaran, dan promosi besar-besaran tidak ada artinya kalau stok sering kosong. Marketing mix memaksa kamu melihat ketujuh keputusan itu dalam satu lembar, bukan satu per satu.

Marketing mix juga bagian dari gambaran yang lebih besar. Ia biasanya disusun setelah kamu menetapkan target pasar dan sebelum kamu menulis rencana kerja di strategi pemasaran.

Konsep 4P: produk, harga, tempat, dan promosi

Empat P ini berlaku untuk semua jenis usaha, baik barang maupun jasa. Supaya mudah dibayangkan, contoh di bawah memakai satu usaha yang sama: keripik singkong pedas rumahan yang dijual lewat WhatsApp dan marketplace.

Product (produk)

Produk adalah barang atau jasa yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan pembeli. Investopedia menekankan pentingnya menemukan apa yang membedakan produkmu dari produk pesaing. Inilah tempat USP (unique selling proposition, alasan unik orang memilih produkmu) dirumuskan.

Untuk keripik singkong, keputusan produk mencakup rasa, tingkat kepedasan, ukuran kemasan, daya tahan, dan label. Pertanyaan yang paling berguna: apa yang membuat pembeli memilih keripikmu dibanding keripik lain di halaman pencarian yang sama?

Price (harga)

Menurut Investopedia, harga jual mencerminkan berapa yang mau dibayar pembeli. HubSpot menyebut penentuan harga memerlukan pertimbangan strategi harga, perbandingan dengan produk sejenis di pasar, dan masukan dari konsumen. Investopedia juga membedakan dua pendekatan: harga berbasis biaya (dihitung dari biaya produksi, pemasaran, dan distribusi) dan harga berbasis nilai (dihitung dari nilai yang dirasakan pembeli).

Untuk usaha kecil, keputusan harga juga mencakup hal yang sering terlupa: ongkos kirim siapa yang menanggung, ada potongan untuk pembelian banyak atau tidak, dan metode bayar apa saja yang diterima.

Place (tempat)

Tempat adalah lokasi atau saluran tempat produk bisa dibeli. HubSpot menjelaskan bahwa untuk barang berwujud, tempat mencakup toko sendiri atau pengecer, dan juga cara lain seperti pembelian daring atau lewat telepon. Bagi penjual keripik, tempat bisa berupa toko di marketplace, katalog di WhatsApp, titip jual di warung dekat kampus, atau stan di pasar mingguan.

Untuk usaha yang punya lokasi fisik, tempat juga berarti mudah ditemukan. Google, misalnya, menyebut bahwa dengan menambahkan dan memverifikasi Profil Bisnis, pelanggan dapat menemukan bisnismu di Penelusuran dan Maps (Bantuan Google Profil Bisnis).

Promotion (promosi)

Promosi adalah semua cara membuat calon pembeli tahu dan tertarik. Menurut HubSpot, promosi mencakup inisiatif berbayar seperti iklan, juga inisiatif organik seperti pemasaran dari mulut ke mulut, content marketing, dan hubungan masyarakat. Penjelasan istilahnya ada di kamus promosi.

Saluran digital menjangkau banyak orang di Indonesia. DataReportal mencatat 180 juta identitas pengguna media sosial aktif di Indonesia pada Oktober 2025. Perlu dicatat, satu orang bisa punya lebih dari satu identitas, jadi angka ini bukan jumlah orang. Kalau kamu mulai beriklan, ukur hasilnya dengan kalkulator ROAS supaya tahu berapa pendapatan yang kembali dari tiap rupiah biaya iklan.

Catatan: Promosi sering disamakan dengan seluruh marketing. Padahal promosi hanya satu dari empat P. Kalau produk, harga, dan tempatnya belum beres, menambah anggaran promosi bisa jadi hanya mempercepat orang menemukan masalahnya.

Konsep 7P: orang, proses, dan bukti fisik

Usaha jasa punya sifat yang berbeda dari barang. Gradinaru dan rekan menyebut empat ciri jasa yang banyak diterima: tidak berwujud, dihasilkan dan dinikmati pada saat yang sama, mutunya bisa berbeda-beda tiap kali, dan tidak bisa disimpan. Karena itu jasa membutuhkan bauran pemasaran yang berbeda, dan tiga P di bawah ditambahkan.

Contoh di bagian ini memakai usaha jasa cuci sepatu di dekat kampus yang menerima antar-jemput.

People (orang)

Orang adalah karyawan yang mewakili usaha saat berinteraksi dengan pelanggan, menurut Investopedia. HubSpot memperluasnya ke tim penjualan dan layanan pelanggan, bahkan pelanggan yang ikut merekomendasikan produkmu. Di jasa cuci sepatu, orang mencakup kurir yang menjemput, petugas yang menerima keluhan di chat, dan cara mereka menjelaskan sepatu yang ternyata tidak bisa dibersihkan sempurna.

Process (proses)

Investopedia menjelaskan proses sebagai metode atau alur pelayanan kepada pelanggan, yang sering mencakup pemantauan kinerja layanan. Untuk cuci sepatu, proses berarti urutan dari pemesanan, penjemputan, pengecekan kondisi, pencucian, sampai pengantaran kembali. Proses yang jelas membuat janji waktu bisa ditepati, dan pelanggan tahu apa yang terjadi pada sepatunya.

Physical evidence (bukti fisik)

Bukti fisik adalah hal berwujud yang bisa dilihat pelanggan. Investopedia mencontohkan kemasan atau tata letak toko. HubSpot menambahkan sudut yang penting untuk zaman sekarang: orang membeli dari merek secara daring, jadi merek perlu bukti bahwa mereka bisa dipercaya, seperti ulasan, halaman tentang usaha, dan alamat. Untuk cuci sepatu, bukti fisik bisa berupa foto sebelum dan sesudah, nota bernomor, kemasan pengembalian yang rapi, dan ulasan pelanggan.

Contoh marketing mix 4P dan 7P berdampingan

Definisi tiap P baru terasa gunanya setelah kamu melihatnya diisi. Dua tabel di bawah adalah contoh ilustrasi: usaha, harga, dan angkanya dikarang untuk latihan, bukan data usaha nyata.

Contoh ilustrasi 1: 4P untuk produk fisik (keripik singkong pedas rumahan)

UnsurKeputusanPertanyaan pemeriksa
ProdukKeripik singkong tiga level pedas, kemasan zip 150 gramApa yang beda dari keripik lain di hasil pencarian?
HargaRp18.000 per bungkus, beli tiga gratis ongkir dalam kotaMasih untung setelah potongan dan ongkir?
TempatToko di marketplace, katalog WhatsApp, titip jual di dua warungDi mana calon pembelimu biasa belanja camilan?
PromosiVideo singkat proses goreng, ulasan pembeli, diskon pembelian pertamaPesan apa yang mau diingat orang?

Contoh ilustrasi 2: 7P untuk jasa lokal (cuci sepatu dekat kampus)

UnsurKeputusanPertanyaan pemeriksa
ProdukCuci standar, cuci mendalam, dan pemutih solPaket mana yang paling sering dicari?
HargaRp35.000 cuci standar, gratis antar-jemput radius 3 kmMahasiswa sanggup membayar segini?
TempatGerai kecil dekat kampus, profil di Google Maps, pesan lewat chatApakah gerai mudah ditemukan di peta?
PromosiKonten foto sebelum dan sesudah, potongan untuk pelanggan yang mengajak temanApakah hasil cucian terlihat jelas di konten?
OrangDua staf cuci, satu kurir, satu admin chatSiapa yang menjawab keluhan, dan seberapa cepat?
ProsesPesan, jemput, cek kondisi dengan foto, cuci, antar dalam tiga hariDi langkah mana pesanan paling sering terlambat?
Bukti fisikFoto kondisi awal, nota bernomor, kantong pengembalian bersegel, ulasanApa yang bisa dilihat calon pelanggan sebelum memesan?

Perhatikan bahwa pertanyaan pemeriksa di kolom kanan lebih penting daripada isinya. Tabelmu nanti akan berbeda, tetapi pertanyaannya bisa kamu pakai ulang. Kalau kamu bingung mengisi baris promosi, generator ide konten bisa membantu mencari bahan posting untuk niche usahamu.

Kapan cukup 4P dan kapan perlu 7P?

Karena unsurnya lebih banyak, 7P mudah dianggap versi yang wajib dipakai semua usaha. Menurut kami tidak begitu. Mengisi tujuh kotak untuk usaha yang belum jalan bisa membuatmu sibuk merapikan dokumen alih-alih menjual. Yang menentukan adalah cara pelanggan mengalami usahamu.

Diagram tiga pertanyaan pemeriksa: dilayani langsung, bergantung pada alur, dan dinilai dari tampilan, dengan kotak hasil bahwa satu jawaban ya berarti mengisi ketujuh P
Tiga pertanyaan cepat untuk memutuskan apakah usahamu cukup memakai 4P atau perlu 7P.

Pakai tiga pertanyaan pada diagram di atas. Kalau pelanggan dilayani langsung oleh orangmu, kalau hasilnya bergantung pada alur kerja, atau kalau pembeli menilai usahamu dari tampilan dan ulasan sebelum membeli, isi ketujuh P. Kalau ketiganya "tidak", 4P sudah cukup untuk mulai.

Ada satu hal yang perlu diperhatikan penjual online. Bagi penjual di marketplace, pertanyaan ketiga hampir selalu dijawab "ya", walaupun yang dijual barang, bukan jasa. Pembeli tidak bisa memegang keripikmu, jadi mereka menilai dari foto, ulasan, dan kecepatan kirim. Artinya, penjual produk fisik pun sebaiknya ikut memakai 7P, dan dua baris yang paling terasa dampaknya biasanya proses dan bukti fisik. Contoh cara mempromosikan toko online dengan memperhatikan hal ini ada di strategi promosi untuk jualan online.

Aturan praktis: Kalau ragu, mulai dari 4P, lalu tambahkan proses dan bukti fisik begitu kamu mulai menerima keluhan soal pengiriman atau pertanyaan "ini asli tidak?" dari calon pembeli.

Cara menyusun marketing mix untuk usahamu

Urutan di bawah ini sengaja dibuat pendek supaya bisa dikerjakan dalam satu sore.

  1. Tetapkan satu kelompok pembeli. Marketing mix untuk mahasiswa dan untuk pekerja kantoran bisa berbeda. Gunakan konsep STP (segmentasi, targeting, positioning) atau buyer persona sebagai patokan.
  2. Petakan posisimu dulu. Analisis SWOT membantu melihat kekuatan yang bisa ditonjolkan di produk dan promosi, serta kelemahan yang perlu ditambal di proses.
  3. Isi tabel 4P atau 7P. Tulis satu keputusan per baris, bukan daftar keinginan. Rumuskan juga value proposition, yaitu janji manfaat yang kamu tawarkan, supaya baris produk dan promosi selaras.
  4. Cek konsistensi antar baris. Apakah harga cocok dengan kemasan? Apakah tempat berjualan sesuai kebiasaan belanja pembelimu? Baris yang saling bertabrakan adalah prioritas perbaikan.
  5. Ubah satu P, lalu ukur. Jangan mengganti harga, kemasan, dan saluran promosi sekaligus. Kalau semuanya berubah bersamaan, kamu tidak tahu perubahan mana yang berpengaruh.

Setelah tabelnya jadi, pindahkan keputusan-keputusan itu ke rencana kerja. Bagaimana memecahnya menjadi langkah mingguan dibahas di panduan menyusun strategi pemasaran untuk usaha kecil. Kalau ada istilah yang masih membingungkan, kamu bisa bertanya ke asisten tanya jawab Belajar Marketing.

Kesalahan yang sering terjadi saat memakai bauran pemasaran

Menganggap tiap P berdiri sendiri. Investopedia mencatat bahwa tiap unsur bisa diperiksa terpisah, tetapi dalam praktiknya saling bergantung. Harga yang naik tanpa perbaikan bukti fisik, misalnya kemasan atau foto produk, bisa membuat pembeli merasa membayar lebih untuk hal yang sama.

Menyalin marketing mix merek besar. Contoh dari perusahaan besar memang menarik dibaca, tetapi saluran, anggaran, dan pembelinya berbeda jauh dari warung atau toko online rumahan. Ambil polanya, bukan isinya.

Berhenti di dokumen. Tabel marketing mix bukan laporan tugas. Kembalikan ke tabel itu setiap kali ada perubahan besar, misalnya pindah lokasi, menambah saluran penjualan, atau pesaing baru menurunkan harga.

Lupa bahwa 7P juga berlaku di layar. Orang dan bukti fisik tidak hanya ada di toko fisik. Cara admin membalas chat, foto produk, dan ulasan di halaman toko adalah wujud kedua P itu di dunia daring.

Untuk topik lain di pilar ini, lihat kumpulan materi strategi dan teori pemasaran.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa bedanya marketing mix dan bauran pemasaran?

Tidak ada bedanya. Bauran pemasaran adalah padanan bahasa Indonesia untuk marketing mix, dan keduanya merujuk pada kerangka 4P (produk, harga, tempat, promosi) beserta perluasannya menjadi 7P.

Apa saja isi 4P dalam marketing mix?

Isi 4P adalah product (produk), price (harga), place (tempat atau saluran penjualan), dan promotion (promosi). Kerangka ini diperkenalkan E. Jerome McCarthy pada 1960 dalam buku Basic Marketing: A Managerial Approach.

Apa saja tambahan dalam 7P marketing mix?

7P menambahkan tiga unsur ke 4P: people (orang yang melayani pelanggan), process (alur layanan dari pesan sampai selesai), dan physical evidence (bukti fisik, yaitu hal yang bisa dilihat pelanggan sebelum dan saat membeli, seperti tempat, kemasan, atau ulasan).

Apakah toko online di marketplace perlu memakai 7P?

Biasanya ya, setidaknya untuk proses dan bukti fisik. Pembeli di marketplace tidak bisa memegang barangnya, jadi mereka menilai dari foto, deskripsi, ulasan, dan kecepatan pengiriman. Itu semua masuk wilayah proses dan bukti fisik.

Apakah marketing mix masih relevan di era digital?

Masih, karena kerangkanya netral terhadap saluran. Yang berubah adalah isinya: tempat bisa berarti toko di marketplace atau katalog WhatsApp, dan promosi bisa berarti konten media sosial. Keputusan yang harus kamu ambil tetap sama, yaitu apa yang dijual, berapa harganya, di mana, dan bagaimana orang tahu.

Mana yang harus dikerjakan dulu, marketing mix atau target pasar?

Target pasar dulu. Marketing mix adalah cara kamu melayani satu kelompok pembeli tertentu, jadi tanpa target pasar yang jelas, keputusan harga atau tempat berjualan tidak punya patokan.

Sumber

  1. Marketing Mix: The 4 Ps of Marketing and How to Use Them Investopedia (investopedia.com), diakses
  2. How to Develop a Successful Marketing Mix Strategy [+ Templates] HubSpot (blog.hubspot.com), diakses
  3. The 4 Ps of Marketing and How to Use Them in Your Strategy HubSpot (blog.hubspot.com), diakses
  4. The emergence of the marketing mix in the banking sector (Elena-Lidia Melnic, 2017) Bulletin of the Transilvania University of Brasov, Series V (webbut.unitbv.ro), diakses
  5. Marketing Mix in Services (Gradinaru, Toma, Marinescu, 2016) Ovidius University Annals, Economic Sciences Series (stec.univ-ovidius.ro), diakses
  6. Digital 2026: Indonesia DataReportal (datareportal.com), diakses
  7. Menambahkan atau mengklaim Profil Bisnis Bantuan Google Profil Bisnis (support.google.com), diakses

Ditulis dan ditinjau oleh

Ahmad Thariq Syauqi

CEO dan pendiri Creativism

Ahmad Thariq Syauqi adalah CEO dan pendiri Creativism, agensi digital marketing di Sleman, Yogyakarta, yang resmi berbadan hukum sejak 2022. Ia berpengalaman lebih dari 6 tahun menjalankan agensi, dengan fokus pada digital marketing, otomasi bisnis, dan penerapan AI di proses kerja. Di Belajar Marketing, ia bertanggung jawab atas isi redaksi.

Diperbarui .