STP (Segmenting, Targeting, Positioning)
STP (segmenting, targeting, positioning) adalah pendekatan pemasaran tiga langkah: membagi pasar ke beberapa segmen, memilih segmen yang dibidik, lalu menentukan posisi produk bagi segmen itu.
Brand positioning adalah strategi menempatkan merek di benak pelanggan sasaran sehingga mereka paham apa yang membuatnya berbeda dari pesaing dan mengapa merek itu layak dipilih.
Artikel brand positioning di blog HubSpot menyebut brand positioning sebagai proses memosisikan merek di benak pelanggan. Artikel yang sama menegaskan bahwa positioning lebih dari sekadar tagline atau logo yang bagus: ini strategi yang membuat bisnismu berbeda dari yang lain.
HubSpot juga membedakan dua istilah yang sering tertukar. Brand positioning berfokus pada bagaimana pelanggan memandang sebuah merek, sedangkan market positioning berfokus pada tempat merek itu di tengah pasar yang kompetitif. Keduanya dibutuhkan untuk strategi positioning yang lengkap.
Positioning adalah huruf P dalam STP (segmenting, targeting, positioning). Artinya, kamu baru bisa menentukan posisi setelah tahu siapa target pasar yang dituju. Hasil akhirnya dirangkum dalam pernyataan positioning. Menurut artikel HubSpot tadi, pernyataan positioning yang kuat memuat lima unsur:
Untuk melihat posisimu dibanding pesaing, HubSpot menyarankan peta positioning (perceptual map): merek-merek diletakkan di grafik dengan sumbu berupa atribut yang penting bagi audiensmu, misalnya harga dan kecepatan layanan. Dari peta itu kamu bisa melihat merek mana yang lebih unggul di area tertentu. Saat meriset pesaing, HubSpot juga menyarankan mencari celah pesan, yaitu klaim yang belum dipakai siapa pun atau klaim yang banyak dipakai tetapi tidak didukung bukti.
Contoh ilustrasi: sebuah warung bakmi di Yogyakarta bersaing dengan banyak penjual bakmi lain di jalan yang sama. Pemiliknya memilih posisi "bakmi Jawa yang dimasak satu per satu di atas arang, untuk pembeli yang rela menunggu demi rasa". Pernyataan positioning-nya: "Untuk pencinta kuliner yang mencari rasa bakmi Jawa asli, Bakmi Arang Pak Darmo adalah warung bakmi Jawa yang menyajikan rasa khas masakan arang. Berbeda dari bakmi yang dimasak massal, setiap porsi dimasak satu per satu di atas arang dengan resep yang dipertahankan sejak warung pertama berdiri."
Keputusan ini memengaruhi hal lain: warungnya tidak bersaing di kecepatan atau harga termurah, dan kontennya fokus menunjukkan proses memasak. Nama warung dalam contoh ini rekaan.
STP (segmenting, targeting, positioning) adalah pendekatan pemasaran tiga langkah: membagi pasar ke beberapa segmen, memilih segmen yang dibidik, lalu menentukan posisi produk bagi segmen itu.
USP (unique selling proposition) adalah alasan utama yang membedakan produkmu dari pesaing dan menjelaskan kenapa produkmu paling cocok untuk kebutuhan calon pembeli.
Value proposition adalah pernyataan singkat yang menjelaskan kenapa pembeli sebaiknya memilih produk atau jasamu, yaitu solusi spesifik dan nilai yang bisa mereka harapkan darimu.
Target pasar adalah kelompok calon pembeli yang dipilih sebuah usaha sebagai sasaran utama produk atau jasanya.
Branding adalah proses membentuk cara sebuah bisnis dikenali, dirasakan, dan diingat orang, mulai dari positioning, nilai, dan gaya bicara sampai identitas visual dan setiap interaksi dengan pelanggan.
Buyer persona adalah profil berbasis riset yang mewakili satu segmen target audiens, lengkap dengan tujuan, masalah, motivasi, dan perilaku belinya.